Jakarta – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengaku heran atas kebijakan Presiden Joko Widodo yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat pekerja atau buruh dalam negeri.

“Mengapa Presiden Jokowi yang digambarkan berjiwa populis pro-rakyat, melalui Perpres tentang TKA ini malah pro-asing dan sama sekali tidak menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat,” ujar Yusril dalam keterangan tertulis, Senin (23/4).

Ungkapan Yusril ini dilatarbelakangi lahirnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing. Perpres ini dikecam para burih karena merangsang masuknya tenaga kerja asing, khususnya dari China.

Perpres ini pun akan digugat oleh KSPI dimana Yusril dipercaya menjadi kuasa hukum KSPI. Kesiapan menjadi kuasa hukum KSPI didasari komitmennya yang teguh untuk membela kelompok tertindas oleh kesewenang-wenangan penguasa, apalagi terhadap buruh yang jumlahnya begitu besar di Indonesia.

“Mudah-mudahan uji materil terhadap Perpres ini dapat memperkuat tuntutan KSPI yang berencana melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran mendesak Presiden Jokowi untuk mencabut Perpres itu tanggal 1 Mei nanti,” kata Yusril.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here