UMKM Akan Masuki Pasar Online

0
Jakarta – Asosiasi Kelompok Usaha Rakyat Indonesia (Akurindo) menggelar rapat koordinasi nasional (Rakornas) I-2017 di Jakarta. Rakornas mengagendakan dua acara utama yakni pengesahan AD/ART dan pemilihan serta pelantikan pengurus periode 2017-2022.
Rakornas ini diikuti 100 orang pelaku UMKM dari 30 provinsi. Inisiator pendirian Akurindo Emir Moeis hadir bersama Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, dan Abdul Kadir Damanik selaku Deputi Bidang Restrukturisasi UKM Kemenkop.
Emir Moeis mengatakan, kehasiran Akurindo sebagai wadah UMKM sangat strategis dalam upaya memperkuat perekonomian rakyat. Upaya mengembangkan koperasi dan UMKM sebagai cikal bakal Akurindo sebenarnya sudah dimulai sejak 2013, namun kala itu banyak rintangan yang dihadapi.
“Akurindo ini akan menjadi wadah memajukan ekonomi kreatif masyarakat di daerah-daerah. Makanya sangat strategis,” ujar Emir usai pembukaan Rakornas Akurindo di Jakarta.
Ia menjelaskan, kemajuan teknologi akan membantu proses menguatkan UMKM. Sebab pada masa lalu, UMKM selalu kesulitan dalam hal market atau pasar konvensional. Namun ketika pergeraka  pasar konvensional mulai luntur diganti online shop, maka UMKM menemukan cahaya harapan baru.
“Pasar dan ritel pelan-pelan mulai sepi dan sebagian besar diganti online. Nah ini peluang juga buat UMKM karena kelemahan kita dulu adalah pasar. Sekarang bisa masuk melalui teknologi informasi,” jelas Emir.
Emir menambahkan, Akurindo sebagai wadah bagi rakyat pelaku UMKM harus bisa perkenalan produk. Sama seperti Alibaba, tokopedia dan lainnya. Namun yang berbeda, Akurindo harus fokus pada barang-barang dari UMKM, bukan barang impor. Apalagi kualitas barang kerajinan Indonesia sudah mampu bersaing di pasaran.
“Kita juga harus ingat, saran Ibu Mega bahwa produk kita harus ada hak paten. Awas jangan sampai ditiru,” imbuhnya.
Pada kesempatan sama, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, Akurindo sebagai wadah perjuangan ekonomi kerakyatan harus menjadi mesin yang kuat dan produktif. Semua saat ini perlu melihat politik dalam wajah dan semangat ekonomi kerakyatan. Bukan dalam wajah kekuasaan.
“Berbicara ekonomi kerakyatan, maka kita berbicara dalam konteks Pancasila. Misi Akurindo harus sejalan dengan semangat Pancasila. Idiologi yang membangun jiwa gotong rotong. Ini jadi core values kita, bagaimana yang kuat membantu yang lemah namun tetap dalam tatanan kerja profesional,” ujar Hasto.
Dijelaskan juga bahwa Negara tentunya memberikan tindakan dalam mewujudkan amanat mengurangi fakir mikin dengan cara menguatkan rakyat dalam berproduksi. Itu harus jadi misi dan semangat Akurindo. (tkh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here