Jakarta – Ketua DPP Pengusaha Indonesia Muda, Sam Aliano mengaku telah mendapat banyak ancaman dan teror sejak adanya kasus pengrusakan bunga dan sayembara Rp1 miliar.

Sam Aliano pun secara resmi mencabut sayembara Rp1 miliar tersebut, dan secara bersamaan melaporkan kasus ini untuk ditangani polisi.

Lantas, siapa gerangan yang menebar teror kepada Sam Aliano? Kepada wartawan, pengusaha berdarah Turki ini menjelaskan bahwa pihak yang mengancamnya itu adalah tokoh penting di Indonesia.

“Informasi yang saya dapat dari sumber yang terpercaya, bahwa orang yang merusak karangan bunga saya ini adalah orang suruhan orang penting. Dia adalah seorang petinggi,” ujar Sam saat melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (28/11/2017).

Aliano tak mau menyebutkan nama ataupun inisial orang penting yang dimaksud. Ia beralasan bahwa penyebutan nama bisa menambah sulit posisinya yang sudah diancam.

“Saya tidak bisa sebutkan namanya karena alasan keamanan, apalagi kondisi saya terancam. Mungkin biarkan polisi menangkap sendiri siapa itu pihak terlapor, dalam hal ini masih dalam proses selidik,” kilah Sam.

Ia juga menjelaskan bahwa akibat teror dan ancaman itu, hidupnya merasa tidak aman. Bahkan ke mana-mana ia harus membawa pengawal.

“Karena ada saya rasa takut, saya membawa 7 bodyguard ini. Makanya kemana-mana saya bawa mereka biar saya aman,” jelas Sam.

Terkait laporannya ke Bareskrim Polri, dijelaskan Sam bahwa ada dua hal yang telah dilaporkan. Pertama soal perusak karangan bunga bertulisan Save Tiang Listrik dan Save Master Bakpao. Laporan kedua terhadap adanya pangancaman yang dipicu oleh sayembara berhadiah uang Rp1 miliar kepada siapa pun yang menemukan pengrusak karangan bunga.

“Jadi ada dua pasal yang dilaporkan, pertama pasal 406 itu terkait pengrusakan barang itu ancamannya 2 tahun 8 bulan. Kemudian yang kedua pasal 368 itu terkait teror. Ancaman hukumannya lebih tinggi sampai 9 tahun seperti itu,” jelas Sam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here