Ketua Umum DPN Gemasaba 2018-01-04 at 19.18.15

Minggu yang tenang dan damai di Surabaya seketika berubah gaduh dan cemas manakala terjadi ledakan bom di gereja menjelang jamaah gereja akan melaksanakan ibadah.  Kejadian itu menunjukkan bahwa radikalisme, dan aksi teror yang mengatasnamakan agama masih terjadi dan ada di Indonesia. Teror minggu pagi menyesakkan hati dan duka mendalam bagi bamgsa Indonesia.

Oleh sebab itu, menyaksikan dan mencermati dengan seksama rangkaian peristiwa di atas, khususnya peristiwa bom di tiga Gereja di Surabaya, Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (GEMASABA) menyatakan sikap:

1. Mengecam dan mengutuk keras segala bentuk tindakan terorisme, apapun motif dan latar belakangnya. Segala macam tindakan dengan menggunakan kekerasan, apalagi mengatasnamakan agama dengan cara menebarkan teror, kebencian, dan kekerasan bukanlah ciri ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

2. Menyampaikam rasa bela sungkawa yang sangat mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang sedang dialami. Semoga keluarga yang mendapat musibah dapat bersikap sabar dan lapang dada.

3. Mendukung penuh upaya dan langkah-langkah aparat keamanan untuk mengusut tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut. Gerakan terorisme di Indonesia sudah semakin merajalela hingga mengancam keamanan dan keselamatan bangsa dan negara. Oleh karena itu diperlukan penanganan khusus karena menyangkut keamanan negara.

4. Menuntut kepada pemerintah untuk lebih tegas dalam menindak dan menangani aksi atau gerakan teror yang akhir-akhir ini kembali muncul dengan memperhatikan gejala gerakan teror tersebut didalam lingkungan masyarakat.

Jakarta, 13 Mei 2018

Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa,

 

Heru Widodo
Ketua Umum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here