Jakarta – Kemajuan online shop ternyata bukan penyebab utama terpuruknya angka penjualan di pusat-pusat perbelanjaan.

Lembaga survei AC Nielsen menyebutkan, kemajuan online shop tidak memberi dampak signifikan terhadap penurunan angka penjualan di pusat perbelanjaan.

Dengan kata lain, e-commerce buka penyebab hingga terjadi pengurangan gerai perital Ramayana, Hypermart, Matahari, HERO, termasuk kebangkrutan Seven Eleven, Lotus, Pasaraya, dan Debenhams.

Faktanya, penjualan online untuk kategori groceries shopping pada 2016 sebesar Rp 1,5 triliun. Angka itu sangat kecil dibandingkan pendapatan keseluruhan industri ritel yang mencapai Rp 450 triliun.

AC Nielsen pun membeberkan data hasil penelitian bahwa angka penjualan segmen groceries atau barang konsumsi sepanjang tahun 2017 sudah berkurang hingga Rp37 triliun.

Penyebabnya tak lain karena daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah di Indonesia menurun drastis. Pada saat bersamaan, kalangan konsumen menengah ke atas cenderung menahan belanja.

Inilah yang membuat banyak pusat perbelanjaan mengalami kehancuran. Jadi jangan kambinghitamkan online shop.(tkh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here