Jakarta – Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) menyebutkan, banyak acara televisi di Indonesia yang tidak aman untuk ditonton anak-anak.

Dalam analisa yang dilakukan YPMA terhadap acara televisi nasional dalam kurun 10 tahun (2006-2015) diketahui bahwa sebanyak 59% dari 1.401 acara anak yang dianalisis masuk kategori tidak aman.

“Kategori tidak aman karena acara TV anak banyak yang mengangkat tema kekerasan, mengandung muatan supranaturai, dan muatan dewasa. Data ini pun sudah disampaikan ke KPI pada awal 2016 pada Uji Publik Perpanjangan lzin 10 Stasiun TV,” ujar Nina Mutmainnah Armando dari YPMA dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Nina menambahkan, YPMA juga melanjutkan penelitian pada tahun 2017 untuk mendapatkan gambaran mutakhir yang lebih mendetail tentang muatan acara anak di televisi. Dalam kajian itu, jelas dia, juga ditemukan bahwa ketentuan mengenai kiasifikasi program yang seharusnya ditampilkan dalam setiap tayangan banyak dilanggar.

“Padahal berdasarkm peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), pemberian klasifikasl acara berdasarkan kelompok usia adalah hal yang wajib ditayangkan.

Menurut Nina, stasiun TV tampaknya masih asal-asalan menayangkan klasifikasi program acara. Banyak simbol klasifikasi yang ditampilkan kecil atau transparan sehingga sulit untuk dibedakan. Selain itu ditemukan hal yang tidak konsisten antara klasifikasi dan target sasaran.

“Pada program yang dianalisis YPMA juga terdapat juga iklan-iklan yang tidak tepat untuk anak. Misalnya, promo program anak atau dewasa mengandung kekerasan. promo program non-anak yang menampilkan adegan penggambaran masa|ah rumah tangga yang kompleks, dan iklan tentang promosi yayasan yang beratiliasi dengan produsen rokok,” jelasnya.

Disimpulkan Nina, acara anak di televisi seharusnya bukan hanya menghibur, namun harus memberikan manfaat lebih. Seperti pendidikan, memberikan motivasi, mengembangkan sikap percaya diri anak, dan penanaman nilai-nilai positif dalam kehidupan.

“Yang diharapkan adalah tayangan anak yang membantu anak untuk mempelajari sesuatu yang sehat bagi tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Yang tak kalah penying juga, orang tua harus bisa memilih tayangan program anak. Sebab banyak hal-hal negatif bagi anak bisa masuk melalui tayangan TV. (hea)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here