Jakart – Mantan Wali Kota Kendari, Sulawesi Utara, Asrun dilaporkan ke Polda Sultra atas dugaan melakukan pidana pencemaran nama kepada Masyhur Masie Abunawas, mantan Wali Kota Kendari dua periode.

Asrul sebelumnya melaporkan Masyhur terlibat melakukan penghilangan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari. Hal ini membuat kehormatan Mansyur dan keluarga besarnya terganggu dan dicemarkan.

“Laporan Asrun tersebut merupakan fitnah yang tak dapat dibiarkan. Makanya kami minta penyidik Polda Sultra segera memeriksa Asrun,” ujar Masyhur saat dihubungi, Kamis (23/11/2017).

Masyhur menjelaskan, salah satu bukti Asrun menyebarkan fitnah dan membuat laporan palsu adalah ketika dia melaporkan dirinya ke Kejaksaan Negeri (Kajari) Kendari. Padahal Kajari Kendari sudah menghentikan penyidikan karena apa yang dilaporkan Asrun tersebut tidak terbukti.

“Sudah dihentikan oleh Kejaksaan Kendari karena dianggap tidak terbukti. Dan saya tidak pernah menggelapkan apa-apa (aset Pemkot),” tukasnya.

Tanda terima laporan Mansyur ke Polda Sultra sendiri sudah keluar dan sekarang sudah ada di tangan pengacaranya.

Kuasa hukum Masyhur, Muhammad Irham Nur yang diwawancarai terpisah mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan penyidik Polda Sultra untuk memantau perkembangan laporan kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Asrun. Ia berharap Asrul segera dipanggil untuk diproses secara hukum.

“Kami berharap Asrul bisa langsung ditahan. Dan Polda Sultra dimungkinkan untuk mengeluarkan Surat Perintah Penahanan kepada Asrul karena pasal yang kami laporkan ini mempunyai ancaman hukuman 4 tahun,” kata Irham.

Tak berhenti sampai di situ, Irham juga telah melayangkan surat permohonan kepada Kadiv. Propam MabesPolri, Kompolnas RI dan Oumbudsman RI agar kasus pencemaran nama baik ini diawasi.

“Jadi memang Polda Sultra sudah semestinya segera memeriksa Asrul,” tuntas Irham.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here