Ledakan terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) pagi.

Tiga Gereja itu, yakni Santa Maria di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro, dan Gereja di Jalan Arjuno.

Menuai banyak respon salah satunya dari Ketua DPC Jaringian Kemandirian Kabupaten Mojokerto Moh. Rofii, dirinya mengutuk keras pelaku pengeboman yang menewaskan 11 korban.

Menurutnya aksi teror yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab ini tak lagi relevan untuk menyebarkan rasa takut. “Masarakat kita sudah mulai berani dengan hal-hal seperti teror. Jadi apa yang yang dilakukan untuk menyebarkan rasa takut itu sangat percuma sekali” ujar Rofii.

Wujud dari rasa keberanian nitizen meramiakan beberapa tag yang saat ini viral dimedia sosial sepeti #KamiTidakTakutTeroris #ArekSuroboyoGakWediTeroris dan lain-lain.

Ketua Jaman Mojokerto ini juga menghimbau masyarakat agar selalu waspada, dan melaporkan hal-hal yang mencurigakan kepada pihak yang berwajib.

Rofii berharap agar pemerintah responsive cepat menindak pengeboman ini, serta bisa mengantisipasi ledakan yang mungkin terjadi, agar hal seperti ini tidak terulang kembali.

“Kami turut berbela sungkawa kepada para keluarga korban atas terjadinya peristiwa ini” jelasnya.

Seperti yang diketahui, polisi menyatakan ada 11 korban tewas. Sebanyak 41 orang korban luka saat ini dirawat di RS, 2 di antaranya adalah polisi.

Jaman Mojokerto

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here