Jakarta – Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam pada Ditjen Pendidikan Islam akan menggelar Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PWPTK) XIV di UIN Sultan Syarif Kasim Riau pada 3 – 10 Mei 2018.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Arskal Salim mengatakan, kegiatan ini akan diikuti oleh 1.500 Pramuka Pandega yang berasal dan’ 56 Perguruan Tinggi Keagamaan lslam Negeri (PTKIN) se-Indonesia, dengan perincian 17 UIN, 37 IAIN dan 4 STAIN. Jugu diikuti Perguruan Tinggi Keagamaan Non Muslim, PTKIS dan Pramuka Mahasiswa Luar Negeri.

“Kegiatan dipandu oleh 122 Bindamping, 56 Pimpinan Kontingen dan official/peninjau 112 orang serta komponen lain yang ikut menyemarakkan perkemahan,” jelasnya.

Adapun lokasinya, lanjut Arskal, adalah di Bumi Perkemahan Kampus UIN Sultan Syarif Kasim Riau sebagai main camp, serta Desa Lokasi Bakti Pramuka, meliputi Desa Alam Panjang Kemmatan Tambang Kabupaten Kampar; Desa Aur Sati, Kabupaten Kampar; Desa Okum, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru; dan Desa Limau Manis, Kabupaten Kampar.

Ia juga mengatakan tujuan digelarnya PWPTK adalah; pertama membentuk karakter Anggota gerakan pramuka yang mempunyai jiwa kepemimpinan, tanggung juwab dan berdesikasi pada ilmu pengetahuan sehingga dapat mengoptimalkan perannya di masyarakat.

“Kedua, kegiatan ini untuk meningkatkan persaudaraan sesama muslim (ukhuah Islamiyah) persaudaraan sebangsa (ulhuah wathaniyah), dan persaudaraan antar umat manusia (ukhuah basyariyah) dikalangan Pramuk PTK dan masyaraknt,” jelasnya.

Adapun tujuan ketiga, lanjut Arskal, adalah untuk menggali potensi lingkungan, budaya, dan wisata pendidikan di daerah sehingga dapat digerakkan untuk memperkuat pembangunan kewilayahan dan pardesaan.

Arskal juga menjelaskan bahwa PWPTK mempunyai target; Pertama, meningkatkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan kepramukaan dan kemasyarakatan; Kedua. Memperkuat citra positif Pramuka Perguruan Tinggi Keagamaan yang berintegritas, saling menghargai, dan peduli sesama dalam mendukung pambangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Ketiga, meningkatkan pemahaman tentang keberagaman (kebhinnekaan) dan menghargai perbedaan dan pemahaman keagamaan yang terbuka, modern, dan damai dalam bingkai Negara Kasatuan Republik Indonesia,” jelasnya.

Adapun yang keempat, jelas Arskal, target dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat untuk melakukan studi ke Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). HEA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here