Jakarta РDirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Nizar Ali mengatakan, perusahaan penyedia katering telah menyanggupi syarat penggunaan bumbu masak, teh, dan kopi Indonesia dalam penyediaan katering jemaah haji di Arab Saudi. 

“Sudah disampaikan kepada sejumlah perusahaan bumbu masak nasional dan sedang dalam proses ekspor ke Saudi,” jelas Nizar Ali dikutip dari situs resmi Kemenag, Jumat (27/04) .

Nizal menjelaskan, sebanyak 36 perusahan sudah terpilih sebagai penyediaan katering jemaah haji di Makah. Kini penyedian katering tengah fokus untuk finalisasi layanan katering di Madinah dan bandara.

Jemaah haji Indonesia akan mendapat layanan katering di bandara (1), Madinah (18), Makkah (40), dan Armina (15 plus paket Muzdalifah). Terkait proses pengadaan,  lanjut Nizar, ada syarat yang harus diikuti, selain bumbu, juru masak yang bekerja juga harus orang Indonesia.

“Kemudian juru masak dalan diklat sertifikasi ahli yang akan digelar jelang operasional. Penggunaan produk teh dan kopi Indonesia untuk diminum jemaah saat sarapan pagi. Syarat-syarat ini sudah dimasukkan dalam kontrak dengan penyedia jasa konsumsi,” ujarnya.

Selain bumbu masak, juga akan dilakukan ekspor bahan makanan lainnya. Termasuk ekspor ikan patin yang sedang dalam proses pengiriman ke Saudi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here