Jakarta – Koalisi Indonesia Bersih (KIB) menilai janji-janji kampanye Presiden Joko Widodo yang didengungkan pada Pilpres 2014 hanya gombal semata. Buktinya, perekonomian Indonesia jeblok dan figur-figur dalam tim ekononi pemerintah banyak bermasalah.

“Sudah tiga tahun pemerintahan ternyata masih jauh dari harapan. Utamanya soal Policy Ekonomi yang bikin jeblok perekonomian nasional,” ujar Jaya Purnama, aktivis KIB saat menggelar demo di depan istana negara, Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Jaya membeberkan betapa buruknya bangunan ekonomi nasional di era Jokowi. Target pertumbuhan ekonomi 7% yang dijanjikan dalam Nawa Cita tak pernah tercapai.

“Kita hanya sanggup 5% itu pun dengan sentimen yang negatif karna bau amis Neo Liberalis serta tim ekonomi yang berbalut skandal,” jelas Jaya.

Ia menyebut nama Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani adalah sosok yang bermasalah. Keduanya jelas disebut dalam Laporan Investigasi BPK soal skandal Bank Century yang merugikan negara hingga Rp6.7 triliun.

“Sri Mulyani terpental di awal 2011 dari kabinet. Darmin gagal jadi Gubernur BI. Dua nama ini sudah black list sehingga aneh ketika Jokowi malah memberikan amanat yang penting kepada mereka,” tegas Jaya.

Tak berhenti sampai di situ, KIB juga menyebut Menteri BUMN Rini Soemarno sebagai biang terpuruknya kinerja BUMN. Banyak kebijakan Rini yang dinilai membuat kinerja BUMN stagnan bahkan rugi.

“Rini disebut-sebut terlibat skandal Pelindo Gate yang merugikan negara Rp4 triliun. Dia dipecat DPR bahkan sejak akhir 2015 ditolak ke DPR,” tegas Jaya.

Menyikapi kondisi ini, KIB pun mendesak agar Jokowi segera me-reshuffle Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here