Jakarta – Tokoh senior Partai Golkar Fahmi Idris menegaskan bahwa Partai Golkar dalam Kepemimpinan Airlangga Hartarto akan tetap mengusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019. Persoalannya tinggal siapa calon wakil presiden yang akan mendampingi Jokowi.

“Pergantian Ketum Golkar saya yakin tak mengubah soal Pilpres 2019. Artinya Golkar masih tetap akan mengusung Jokowi. Hanya saja persoalan yang belum selesai adalah siapa cawapresnya,” ujar Fahmi Idris ditemui pijar.co di Wisma Kodel, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Sebagai politikus kawakan, Fahmi Idris faham betul bahwa yang dapat menentukan sikap Golkar terkait Cawapres 2019 adalah Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum. Karena itu, ia tak mau berspekulasi soal nama-nama yang akan diusung mendampingi Jokowi.

“Soal nama Cawapres-Cawapres ini tentu harus dibahas oleh Airlangga serta jajaran pengurua DPP Golkar. Dan kita enggak perlu mengajari soal itu karena Airlangga orang pintar. Dia sudah tau dan punya tema untuk membangun Golkar,” tegas Fahmi.

Ayah dari Anggota DPD Fahira Idris ini mengakui sejauh ini Golkar tak punya kader yang menjadi tokoh kuat untuk diusung menjadi Capres. Karena itu, Fahmi Idris memprediksi pada Pilpres 2019 Golkar hanya akan jadi partai pendukung calon yang sudah ada.

“Kalau Pilpres karena Golkar tak punya calon, maka soal ini enggak terlalu jadi masalah. Pilpres antara penting enggak penting. Kecuali soal cawapres, tapi kemungkinan juga Golkar tak bisa ajukan calon sendiri, paling ajukan atau dukung yang sudah ada,” terangnya.

Fahmi Idris yang kini menjadi anggota Dewan Pembina Partai Golkar mengingatkan, tantangan yang berat bagi Golkar justru dalam Pilkada dan Pemilu Legislatif. Sebab Golkar harus bisa meningkatkan elektabilitas yang pada Pemilu 2014 suaranya mencapai sekitar 14,5%.

“Saya senang dan saya adalah pendukung Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar. Sangat tepat dalam upaya mengembalikan citra Golkar yang terpuruk akibat kasus korupsi yang menimpa Setya Novanto. Pemulihan citra ini penting dalam menghadapi tantangan Pileg 2019 dimana suara Golkar harus meningkat,” tegas Fahmi Idris.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here