Jakarta – Sosok Airlangga Hartarto semakin mengemuka dalam pencarian nahkoda Partai Golkar. Selain memiliki banyak prestasi dan bersih, Airlangga juga lebih bisa diterima semua kalangan.

“Kalau bicara masa depan kepemimpinan Partai Golkar, maka pertama kita harus lihat treck record. Airlangga Hartarto bisa dibuktikan adalah rising star. Sejak mahasiswa sudah jadi aktivis dan mahasiswa berprestasi di UGM, lalu studi S1 di melbourne dan dia merupakan mahasiswa berprestasi,” ujar Ketua DPP Partai Golkar bidang Idiologi dan Kebijakan Publik Happy Bone Zulkarnain di Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Happy menuturkan, setelah lulus kuliah, Airlangga Hartarto mencatatkan banyak kisah sukses menjadi pengusaha dan akrif di Kamar Dagang dan industri (KADIN) serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

“Di sana Airlangga termasuk rising star. Sampai sekarang KADIN dan juga HIPMI sangat mendukungnya. Bahkan kelompok profesional sangat senang, buktinya Airlangga didukung Persatuan Insinyur Indonesia. Semua orang senang ketika dia dicalonkan jadi Ketua Umum Partai Golkar,” jelas Happy.

Selain itu, Happy mengingatkan bahwa di Partai Golkar Airlangga juga sosok yang punya track record sangat mengkilap. Dia sudah lama di KOSGORO dan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum. Kemudian di kepengurusan DPP Partai Golkar Airlangga sudah ada sejak masa kepemimpinan Akbar Tanjung, Jusuf Kalla, dan kemudian Aburizal Bakrie. Bahkan hingga sekarang ia adalah Ketua Korbid Ekonomi DPP Partai Golkar.

“Sebelum itu Airlangga juga sukses di Ketua Komisi VII DPR dan sekarang oleh Presiden Jokowi diminta jadi Menteri Perindusterian,” papar Happy.

Happy Bone pun menegaskan bahwa yang tak kalah penting dari semua rangkaian prestasi itu adalah bahwa Airlangga adalah sosok yang bersih. “Alhamdulillah gak pernah kena masalah hukum. Airlangga Hartarto Alhamdulillah gak pernah kena masalah,” jelas Happy.

Kemampuan sebagai Menteri Perindusterian juga sangat fenomenal. Ia membuat akselerasi kebijakan yang luar bisa sehingga menjadi andalan Presiden Jokowi.

Satu contoh kebijakan Airlangga sebagai Menperin adalah adanya sekolah fokasi untuk 1 juta karyawan. Kebijakan ini dinilai sangat luar biasa karena di era kebebasan seperti sekarang banyak profesional dari luar negeri masuk ke Indonesia dan sekolah fokasi akan memperkuat daya saing profesional dalam negeri.

“Ini kalau di internal dalam negeri tidak siap maka kita bisa jadi marginal di dalam negeri. Maka sekarang kita bisa mengimbangi siapa pun orang profesional yang datang dari luar,” jelas Happy.

“Dengan kebijakan fokasi 1 juta karyawan itu, maka kita bisa bersaing. Kita kan gak bisa cengeng dengan mengatakan tak siap dan membiarkan semua peluang diambil profesional luar negeri. Yang dilakukan dan dibuktikan Airlangga adalah bagaimana kalangan profesional kita mampu bersaing,” tegas Happy.

Dengan prestasi dan rekam jejak yang ditunjukka Airlangga Hartarto ini, maka Happy menegaskan bahwa Partai Golkar akan bisa diselamatkan dari kondisi kritis yang dihadapi saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here