Jakarta – Lembaga kajian politik INDODATA merilis hasil survei opinion leader terkait figur-figur pembaharuan dan perubahan di internal Partai Golkar. Berdasarkan hasil survei, ada sejumlah tokoh yang terjaring yang dinilai memiliki kualitas pada sosok perubahan dan pembaharu partai golkar.

“Muncul sejumlah nama, diantaranya Airlangga Hartarto, Siti Hediati Hariadi (Titi Seharto), Ahmad Doli Kurnia, Yorrys Raweyai, Nusron Wahid, Agus Gumiwang Kartasasmita, Bambang Soesatyo, Zainudin Amali, Ace Hasan Syadzili, Muhammad Sarmuji,” ujar Danis T Saputra, Direktur Eksekutif INDODATA, saat pemaparan hasil survei di RM Pulau Dua, Jakarta, Senin (18/12/2017).

Ketika ditanya pada responden terkait siapa tokoh Golkar yang paling layak disebut sebagai sosok perubah dan pembaharu? Responden terbanyak menyebut nama Ahmad Doli Kurnia sebesar 65%. Kemudian disusul Yoris Raweyai 12%, Airlangga Hartarto 11 %, Titi Soeharto 10%, lain lain 2%.

Kemudiaan para responden ditanya siapa tokoh perubah dan pembaharu yang tepat menjadi Sekjen Partai Golkar? Nama Ahmad Doli Kurnia mendapatkan skor 70 persen, Agus Gumiwang Kartasasmita 15%, Aceh Hasan Syadzili 8%, Muhammad Sarmuji 7%.

Sedangkan, untuk pertanyaan siapa tokoh perubah dan pembaharu yang tepat menjadi ketua umum Partai Golkar? mayoritas responden menjawab Airlangga Hartarto 89 persen, Titi Seharto 9 persen, lain-lain 2 persen.

Pada kesempatan sama, Pengamat Politik Emrus Sihombing memengatakan, Sekjen Golkar harus mencerminkan tokoh muda bersih yang sejak awal menggelontarkan pembaharuan. Selain itu, calon Sekjen tersebut juga harus inline dengan ketua umum.

“Tokoh-tokoh yang menggelorakan bahwa partai Golkar bersih sejak awal, bukan ujug ujug. Orang yang dipilih dari orang yang bisa menunjukan (pembaharuan) itu, menunjukan di permukaan,Tokoh muda dan pemberani membuat perubahan,” ujar Emrus.

“Airlangga sebaiknya di beck up tokoh muda tersebut. Dan tokoh muda yang inline atau chamistry,” imbuhnya.

Selain itu, ia menjelaskan yakni yang tak kalah menarik adalah posisi Bendahara Umum.

“Kemudian yang harus diperhatikan adalah bendahara,
Dengan kepengurusan yang baru sebagai salah satu solusi untuk rebranding,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here